Mengenal Cardiac Arrest Berserta Pertolongan Pertama untuk Menyelamatkannya

Giffar Rivana, Jurnalis
Kamis 03 Agustus 2023 22:00 WIB
Mengenal cardiac arrest beserta dengan cara mengatasinya. (Foto: Freepik.com)
Share :

BELUM lama ini salah satu peserta lari Pocari Sweat Run Indonesia 2023 dikabarkan meninggal dunia akibat cardiac arrest.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak penyelenggara melalui akun Instagram resmi mereka @pocarisportid pada Rabu 1 Agustus 2023.

Terkait kabar duka tersebut, rupanya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu cardiac arrest. Lantas seberapa bahayakah cardiac arrest bagi nyawa manusia? Merangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/3/2023) berikut ulasannya.

Cardiac arrest adalah nama lain dari henti jantung. Ini adalah sebuah kondisi di mana jantung seseorang berhenti berfungsi secara tiba-tiba dan dapat mengakibatkan kerusakan otak bahkan kematian bagi penderitanya.

Ketika jantung berhenti mendadak, penderita akan hilang kesadaran karena jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh dan akan berakibat fatal. Cardiac arrest tentu sangat berbahaya.

Jika tidak dilakukan tindakan secara langsung, penderita akan sulit bahkan berhenti bernapas karena jantung yang berhenti secara mendadak. Setelah itu seseorang akan kehilangan kesadaran yang bisa berakibat pada hilangnya nyawa seseorang.

Cardiac arrest ini tentu memiliki ciri-ciri khusus. Gejala yang paling sering dirasakan adalah rasa tidak nyaman pada dadanya. Gejala bisa dibarengi sesak napas, merasa lemah, dan palpilasi, yakni keadaan jantung yang berdetak dengan cepat.

Selain itu, ada pula gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba, yaitu berhenti bernapas, kehilangan kesadaran, dan tidak adanya denyut pada nadi. Jika hal tersebut terjadi Segera ambil tindakan atau bawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengatasi cardiac arrest. Salah satunya dengan pertolongan pertama yakni dengan cardiopulmonary resuscitation atau CPR. Teknik ini bisa digunakan sebelum tenaga medis datang dan menjemput.

Selanjutnya, jika pasien berada di rumah sakit atau ambulans dengan peralatan lengkap, penderita cardiac arrest akan ditempelkan alat kejut listrik di dadanya untuk membangkitkan kembali jantung yang tengah berhenti.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya