AKHIR-AKHIR ini, polusi udara di Jakarta delapan kali lebih tinggi dari rekomendasi WHO, dengan rata-rata PM 2.5 sebesar 39.
Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, wilayah perkotaan lain di Indonesia seperti Tangerang Selatan, Depok, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali memiliki tingkat polutan yang tinggi. Bahkan dilansir dari akun Twitter Sehatkan Udaraku, Jakarta masuk dalam deretan Kota dengan polusi tertinggi menurut Indeks Kualitas Udara (AQI).
Hal itu tentu saja sangat menakutkan. Sebab banyak penyakit yang akan berkembang ketika seseorang terlalu sering terpapar polusi udara.
BACA JUGA:
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan, ketika sistem pernapasan tercemar udara, akan memicu sejumlah penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan, iritasi, hingga asma.
BACA JUGA:
"Untuk orang dengan riwayat asma dan infeksi saluran pernapasan, kondisinya akan semakin buruk dan akan sering kambuh," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Untuk itu, dr Erlina menyarankan kepada masyarakat untuk menggunakan masker guna menjaga saluran napas dari pencemaran udara.
"Udara yang buruk sekali kalau terpaksa keluar rumah maka harus pakai masker, kalau tidak terpaksa lebih baik tetap di rumah. Saat ini saran utamanya pakai masker," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)