SEBAGAI orangtua harus selalu memperhatikan perkembangan anaknya dari bayi hingga dewasa. Salah satunya seorang ibu bernama Ferna Anidhita, ia selalu berusaha memperhatikan perkembangan anaknya dengan baik.
Ternnyata, ia punya pengalaman. Anaknya Shanaz Khatilu (6 tahun) punya gangguan pendengaran.
"Saya cukup cepat mendeteksi anak saya. Saya pertama kali tahu anak saya mengalami gangguan pendengaran karena Shanaz ini pada usia 1,5 tahun kok kurang mengoceh," ujar Ferna dikutip dari Youtube Class@Themarket.
"Saya cruiga ada milestone-nya yang tidak sempurna, harusnya 1,5 tahun sudah bisa apa. Ternyata dia kurang mengoceh. Lalu saya membawa anak saya melakukan berbagai tes di Dokter THT. Nah, ternyata anak saya didiagnosis mengalami gangguan pendengaran," ujarnya.
Perasaan Ferna kala itu sedih, hancur. "Tapi ya ini gak bisa lama-lama. Live must go on. Apa yang harus dilakukan agar anak ini bisa hidup dengan lebih baik seperti ke dokter dan terapi."
Memang, terang dia, pada awalnya dari keluarga inti masih tak bisa menerima kenyataan. Mereka bilang, nanti umur 3 tahun juga bisa ngomong.
"Namun saya seorang ibu, punya naluri ada yang tak beres dengan kondisi Shanaz. Saya menerima dan mengusahakan yang terbaik bagi kehidupan anak saya," kata Ferna.
BACA JUGA:
Shanaz, ujar dia, terus saya latih berkomunikasi walau hanya percakapan biasa dan sederhana. Misalnya minta makan, minta maaf sudah cukup baik.
"PR-nya lebih ada pendekatan, kemampuan kognisi harus dilatih, cuma memang lebih butuh effort mendidiknya karena punya gangguan pendengaran, ya berkebutuhan khusus," kata Ferna.
BACA JUGA: