“Konsep asta kosala-kosali. Utara-selatan, timur-barat. Ibarat air di utara (atas), api di selatan (bawah), kemudian awal di timur-akhir di barat. Makanya sumur di utara- dapur di selatan, lalu Tempat berdoa di timur- pintu keluar di barat. Begitu kurang lebih,” timpal @k****ini.
“Supaya jika dapur kebakaran, auto rumah jauh lebih bisa tidak ikut terbakar,” seloroh @i.b.r***.z.a.l
“Menetralisir aura negatif ketika tiba di rumah,” sebut @pap****ri_
Sekadar informasi, menurut kepercayaan masyarakat Hindu Bali, dapur dipisahkan karena dipercaya dapat mengusir aura negatif yang ada dalam tubuh setelah bepergian.
Itulah alasan mengapa posisi dapur biasanya ada di depan terpisah dengan kamar, di mana kamar merupakan tempat peristirahatan yang harus terhindar dari berbagai aura negatif.
Posisi dapur bagi orang Bali biasanya berada di arah selatan, sesuai dengan arah Dewa Brahma sebagai dewa yang berstana di dapur.
Itulah mengapa dapur diposisikan sebagai tempat yang paling dekat dengan pintu masuk rumah. Sehingga penghuni rumah harus singgah dulu dapur proses 'penyucian' sebelum memasuki kamar untuk beristirahat.
(Rizka Diputra)