Menurut ceritanya, pada masa Orde Baru, jalan di Gunung Gelap sering dijadikan tempat pembuangan mayat korban penembakan misterius atau petrus.
Pada 1981 sampai 1985, pemerintah membuat program pemberantasan preman dengan sangat kejam yakni tembak langsung.
Aparat turut merekrut sipil untuk mengeksekusi orang-orang yang dianggap sebagai preman, tanpa proses hukum.
Sebagian mayat dari hasil eksekusi petrus dibuang di sekitar Gunung Gelap.
(Salman Mardira)