PONSEL memang sudah tak bisa dilepaskan dari aspek kehidupan banyak orang di jaman sekarang. Saking begitu lekatnya dengan ponsel, tak sedikit orang tetap asyik bermain atau menggunakan ponsel saat sedang bersama pasangan.
Jika Anda salah satunya, maka Anda harus berhati-hati jika tak mau hubungan cinta jadi terancam kelanjutannya.
Pasalnya, hasil satu studi baru-baru ini menyebutkan kalau pasangan yang lebih sering asyik sendiri main ponsel saat bersama pasangan. Pasalnya kondisi itu akan membuat kondisi hubungan asmara atau bahkan rumah tangga yang dibina jadi rawan perpisahan.
Dilansir dari Daily Mail, Rabu (19/7/2023) hasil studi di atas didapat melalui penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Nigde Omer Halisdemir University, Turki. Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa pasangan rumah tangga harus mewaspadai fenomena phubbing, yakni saat salah satu dari pasangan malah asyik menggunakan ponsel meski tengah bersama-sama.
Dalam penelitian itu juga diketahui bahwa pasangan yang sangat sering melakukan phubbing satu sama lain, memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang sangat buruk.
"Ketika salah satu dari pasangan menganggap bahwa ada dari mereka yang lebih sering melakukan phubbing, maka kondisi selanjutnya akan lebih buruk lagi,” ujar para peneliti dari Nigde Omer Halisdemir University.
Akan ada lebih banyak konflik ketimbang kemesraan dalam hubungan tersebut," tambah para peneliti.
Studi penelitian sendiri dilakukan dengan menggelar penilaian terhadap 712 orang yang sudah menikah di Turki. Responden yang dilibatkan di antaranya 347 perempuan dan 365 laki-laki dengan rata-rata usia responden adalah 37 tahun. Selama penelitian, para peserta ditanya mengenai kepuasan pernikahan, kecenderungan phubbing, dan keterampilan komunikasi.
Akhirnya diketahui bahwa phubbing merupakan ‘nightmare’ bagi para pasangan yang telah menikah. Pasangan yang sering melakukan phubbing disebutkan rentan terhadap perpisahan.
Hal itu terjadi karena rendahnya tingkat komunikasi di antara pasangan. Pasalnya salah satu pihak justru lebih asyik memainkan ponsel daripada berkomunikasi satu sama lain padahal sedang menghabiskan waktu berdua.
"Penelitian kami menunjukkan kekuatan komunikasi yang efektif, terutama di antara pasangan romantis," ujar Izzet Parmaksiz, penulis utama penelitian.
Konflik pernikahan diduga bakal terjadi ketika orang yang disayangi justru merasa diabaikan oleh orang yang mereka hargai. Hal itu justru berdampak pada kepuasan hubungan yang lebih rendah.
"Orang-orang harus berhati-hati untuk hadir bersama orang yang mereka cintai untuk menunjukkan bahwa mereka peduli, dan singkirkan ponsel mereka," tutur Izzet
Studi dampak phubbing pada rumah tangga ini, disebutkan lebih lanjut muncul tak lama setelah satu penelitian yang mengungkapkan bahwa phubber (orang yang suka melakukan phubbing) lebih cenderung punya masalah kesehatan mental tertentu.
Sebelumnya oara peneliti dari University of Oklahoma juga mengatakan orang-orang yang sering melakukan phubbing cenderung depresi.
"Orang-orang yang cemas secara sosial yang mungkin lebih suka interaksi sosial online daripada komunikasi tatap muka, juga menunjukkan lebih banyak perilaku phubbing," tulis para peneliti dari University of Oklahoma.
(Rizky Pradita Ananda)