GEOPARK Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan merupakan taman bumi pertama di Pulau Sulawesi yang diakui oleh UNESCO. Geopark Maros-Pangkep menyajikan banyak keunikan, kekayaan alam, dan keanekaragaman hayati. Jadi sasaran wisatawan dan peneliti.
Deretan menara karst membentang dari Kabupaten Maros bagian selatan hingga bagian utara Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Memiliki luas sekitar 46.200 hektare dan diyakini terbesar kedua di dunia setelah kawasan karst di China Selatan. Karst Maros-Pangkep tersebut masuk ke dalam kawasan Geopark Maros-Pangkep.
BACA JUGA:
Melansir dari ANTARA, Rabu (19/7/2023), Geopark Maros-Pangkep mencakup wilayah darat dan laut dengan total luas mencapai 5.058 kilometer persegi.
Geopark Maros Pangkep (ANTARA/Arnas Padda)
Memiliki sekitar 50 situs geologi, budaya dan biologi yang masuk dalam rencana utama pengembangan dan menjadi daya tarik daerah itu.
Seperti di Pusat Pemantauan Satwa Karaenta, wisatawan dan peneliti dapat melihat kera hitam Sulawesi (Macaca Maura) yang merupakan kera endemik.
BACA JUGA:
Pengunjung juga dapat menikmati keindahan air terjun di Taman Wisata Alam Bantimurung yang menjadi rumah bagi sekitar 240 spesies kupu-kupu. Sehingga kawasan Bantimurung yang dijuluki sebagai kerajaan kupu-kupu atau The Kingdom of Butterfly.
Geopark Maros Pangkep (ANTARA/Arnas Padda)
Ratusan gua juga ditemukan di kawasan Gepark Maros-Pangkep. Sebagian menyimpan sisa-sisa peninggalan prasejarah. Mulai dari berbagai jenis artefak dan kerangka manusia purba. Hingga lukisan di dinding-dinding gua seperti lukisan telapak tangan, babi rusa dan perahu.
Pada tahun 2020, pemerintah telah mengajukan Geopark Maros-Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) atau Taman Bumi Global UNESCO.
Tim Asesor UNESCO pun mengunjungi dan meninjau beberapa situs di kawasan itu pada 15-18 Juni 2022. Kunjungan tim asesor tersebut untuk mendapatkan penilaian rekomendasi UGG.