SEDERET makanan tertentu yang bisa memengaruhi tekanan darah, trigliserida, kadar kolesterol, dan peradangan, seperti makanan berlemak, hingga makanan yang digoreng sudah sangat familiar diketahui bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Nah, di sisi lain ada juga loh berbagai makanan baik yang bisa membantu menyehatkan jantung karena memiliki kandungan tertentu di dalamnya yang baik untuk jantung. Melansir Healthline, Kamis (13/7/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh ahli nutrisi, Kim Chin, RD, dan Rachael Ajmera, MS, RD, berikut lima makanan baik yang menyehatkan jantung.
1. Sayuran berdaun hijau: Contohnya bayam, kangkung, dan sawi terkenal kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Sayuran berdaun hijau adalah sumber vitamin K yang bagus, dan tinggi nitrat.
Berfungsi membantu melindungi arteri serta meningkatkan pembekuan darah yang tepat, mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan arteri, dan meningkatkan fungsi sel yang melapisi pembuluh darah.
2. Biji-bijian utuh: Seperti beras merah, gandum, gandum hitam, ataupun soba membantu menggantikan karbohidrat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
BACA JUGA:
3. Buah beri: Stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry mengandung nutrisi penting yang memainkan peran sentral dalam kesehatan jantung, kaya akan antioksidan seperti antosianin, yang melindungi dari stres oksidatif dan peradangan yang berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung.
4. Alpukat: Buah satu ini merupakan sumber lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung, yang dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
5. Dark chocolate: Tinggi akan kandungan zart antioksidan seperti flavonoid, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa penelitian mengaitkan makan cokelat dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Mengonsumsi cokelat dalam jumlah sedang (kurang dari 6 porsi seminggu) disebut bisa bantu menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes . Namun, perlu diingat bahwa studi ini menunjukkan hubungan tetapi tidak memperhitungkan faktor lain yang mungkin terlibat.
(Rizky Pradita Ananda)