Terapi Lensa Kontak, Solusi Atasi Mata Minus Pada Anak Tanpa Bedah?

Syifa Fauziah, Jurnalis
Sabtu 08 Juli 2023 20:00 WIB
Atasi mata minus pada anak, (Foto: Freepik)
Share :

KONDISI mata minus bukan hanya masalah orang dewasa, tapi juga sudah bisa dialami sejak usia anak-anak.

Mata minus pada anak sendiri, disebabkan karena beberapa kemungkinan penyebab mulai dari faktor genetik atau eksternal. Bagi anak yang mengalami mata minus sejak dini tentunya sangat mengganggu aktivitas yang sedang aktif-aktifnya.

Apabila kondisi mata minus tidak diatasi dengan baik, maka memungkinkan juga kondisi kesehatan mata jadi makin menurun. Salah satunya, angka minus yang bertambah tinggi dan artinya daya penglihatan pun makin berkurang.

Seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, ternyata kini sudah adaterapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata minus pada anak. Contohnya, terapi kontak lensa atau bahasa medisnya disebut Orthokeratology, atau metode Ortho K.

Dikutip dari laman American Academy of Ophthalmology, Sabtu (8/7/2023) metode Ortho K adalah prosedur non-bedah yang disebut dengan Corneal Refractive Therapy (CRT). Dilakukan dengan menggunakan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) yang dipakai saat tidur minimal delapan jam di malam hari.

Dokter Spesialis Mata, dr. Amelya Permata Sari, Sp.M menjelaskan terapi kontak lensa ini cara efektif mengoreksi penglihatan mata minus pada anak tanpa prosedur bedah. Para pasien yang melakukan terapi ini harus menggunakan lensa kontak saat malam hari hingga pagi hati.

“Jadi saat tidur lensa kontak tersebut akan membentuk ulang kornea mata pasien secara alami,” jelas dr. Amelya kala dijumpai awak media di acara Launching Eyecentric Clinic di RS Premier Jatinegara, baru-baru ini.

“Sehingga pada saat bangun dan beraktivitas pasien bisa memiliki penglihatan yang jernih,” lanjutnya.

Meskipun terbilang baru di Indonesia, namun metode ini sudah berkembang dari sejak 1940 oleh dokter spesialis Optometri, George Jessen dan telah mendapat FDA (Food and Drug Administrations) Approval, sehingga penggunaan Terapi Ortho K ini dijamin keamanannya.

Dokter Amelya menambahkan sebelum melakukan terapi lensa kontak tersebut, para pasien akan dicek terlebih dahulu kondisi matanya, lalu dilakukan pengukuran untuk dibuatkan kontak lensa yang sesuai.

“Optimalnya orang yang bisa menggunakan terapi ini untuk mata minus 4 sampai 6. Kalau silinder juga nggak besar, 1,75 sampai 2 saja,” tambah dr. Amelya

Ia menyarankan metode ini dilakukan untuk anak-anak, sebagai salah satu langkah awal pencegahan.

“Sebenarnya Ortho K ini bisa untuk semua umur, tapi buat anak-anak lebih penting buat pencegahan. Lebih baik di bawah usia 19 tahun tapi di usia berapa saja bisa,” tutupnya singkat.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya