6. Jadikan rasa sepi sebagai keuntungan
-Sumber inspirasi
Dalam suasana sepi, banyak ide dan gagasan berseliweran. Bergegaslah menuang ide yang terlintas itu ke dalam kerangka atau konsep, dan bila perlu realisasikan saat itu juga dengan memanfaatkan waktu sepi. Sepi, waktu yang sangat baik untuk berkarya, semisal menulis, melukis, mengarang, dan kegiatan serupa yang membutuhkan ketenangan.
- Ruang bernapas
Selalu berada dalam keramaian adakalanya melelahkan, atau rumah yang terlalu ramai karena tak hanya dihuni oleh keluarga inti, kadang juga membuat sesak oleh sebab sulitnya memperoleh ruang dan waktu privasi. Maka ketika berada dalam suasana sepi, nikmatilah untuk “bernafap” sepuasnya, tanpa berebut oksigen dengan orang lain.
- Nol konflik
Tinggal bersama banyak orang dengan beragam watak dan karakter masing-masing berpotensi menimbulkan konflik, sedangkan saat sepi dan sendiri, tentu saja menjadi nol konflik.
- Meditasi hati
Sepi menjadi kesempatan bagus untuk melakukan perenungan, refleksi diri, dan meditasi hati. Berinteraksi dengan banyak orang mungkin telah menorehkan sejumlah luka batin. Gunakanlah waktu sendiri untuk memulihkannya, karena tak ada yang mampu mengobati luka hati kecuali diri sendiri.
- Khusyuk ibadah
Menunaikan ibadah, kadang seperti melakukan aktivitas rutin belaka, mungkin karena kesibukan atau sebagian besar waktu berada di luar rumah. Maka waktu sendiri nan sepi di rumah, merupakan kesempatan emas untuk membangun kedekatan kepada Tuhan, tanpa adanya gangguan. Rawatlah suasana "romantis" dengan Dia yang Maha Pengasih.
Jika kita memiliki hubungan spesial dengan-Nya, dijamin tak akan didera rasa kesepian, apalagi merasa tak punya siapa-siapa.
(Dyah Ratna Meta Novia)