BABI ngepet termasuk makhluk gaib yang populer di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Meski wujud aslinya masih dipertanyakan alias mitos, tapi keberadaan masih dipercaya sebagian orang dan bahkan sering bikin geger.
Pada April 2021, warga Kota Depok, Jawa Barat dihebohkan dengan kemunculan babi ngepet. Babi itu ditangkap warga di kawasan Bedahan, Sawangan dan dituding sebagai babi ngepet. Kasus itu viral dan digoreng oleh banyak media.
Pada Mei 2023, masih di kawasan Depok, sempat viral juga sosok diduga babi ngepet terekam CCTV di Jalan Pakarena II RT 05, RW 11, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.
BACA JUGA:
Babi ngepet digambarkan sebagai sosok siluman babi. Dia disebut sebagai jelmaan manusia yang melakukan pesugihan atau praktik ilmu hitam lalu berubah wujud jadi babi kemudian berkeliaran mencuri uang.
Viral babi ngepet di Depok
Lalu, benarkah babi ngepet masih muncul di zaman serba canggih sekarang?
Ahli medium interdimensional, Furi Harun mengatakan praktik babi ngepet benar ada di masyarakat Indonesia. Tapi, memang di era sekarang sudah sangat jarang ditemukan.
BACA JUGA:
"Apalagi makin banyak orang yang begadang. Beda dengan zaman dulu, jam 8 malam saja udah pada tidur sehingga orang yang melakukan praktek pesugihan babi ngepet bisa dengan bebas berkeliaran," kata wanita indigo itu kepada Okezone beberapa waktu lalu.
"Babi ngepet bagian dari praktik pesugihan yang bekerja sama dengan siluman babi," katanya.
Biasanya, praktek babi ngepet dikerjakan oleh dua orang, satu orang berubah jadi babi, dan satu lainnya bertugas menjaga lilin.
"Satu ngambilin uang. Terus juga, harus ada satu orang yang jagain lilin. Jadi, pada saat lilinnya bergerak-gerak itu dipercaya kondisi si babi sedang terancam atau bahaya, artinya dia sudah diketahui banyak orang sehingga harus segera dipadamkan lilinnya. Kalau lilin sudah mati, si babi ngepet hilang dan pulang ke rumah," ungkap dia.
Ciri babi ngepet
Adapun ciri-ciri babi ngepet, yakni wajahnya yang masih menyerupai manusia. "Babi ngepet itu badannya babi tapi mukanya menyerupai manusia," tambahnya.
Jadi, untuk memastikan apakah itu babi ngepet atau babi biasa, salah satunya adalah dengan menangkapnya dan melihat wajah si babi.
"Biasanya, mukanya babi itu mirip dengan salah satu orang yang tinggal di kampung itu," kata Furi.
Ya, pelaku babi ngepet tidak akan jauh-jauh dari warga sekitar tempat penemuan babi ngepetnya. Hal ini terjadi karena cara jalannya si babi saja sudah mencolok, sehingga sangat sulit rasanya kalau babi bisa 'berpraktik' di kota lain.
"Babi ngepet itu cenderung tidak bisa keluar daerah karena dari jalannya saja sudah mencolok perhatian orang, jadi susah sekali kalau si babi ini pergi ke kota lain. Jadi, dia pasti masyarakat di sekitar situ."
(Salman Mardira)