Tidak jarang sapi akan mati mendadak dengan sering ditemukan adanya ekskreta berupa darah yang keluar dari lubang-lubang kumlah seperti hidung, mulut, telinga, dan anus. Sapi juga biasanya mengalami pembengkakan di area tertentu.
Adapun area yang di maksud meliputi leher, dada, abdomen, dan sekitar kelamin. Sapi kadang tidak menunjukkan gejala keluarnya darah dari lumbang kumlah, tetapi muncul gejala perut kembung, nafas terengah, kekejangan dan diikuti kematian.
Nah itulah ciri daging sapi terinfeksi antraks. Perlu diketahui, sebenarnya, antraks jarang menular antarmanusia. Namun, tetap perlu waspada jika sedang berada di wilayah penyebaran antraks dengan pengidap ataupun terpapar sumber infeksi.
(Dyah Ratna Meta Novia)