"Itu menyebabkan rektum menjadi lurus dan memberi kotoran jalan keluar yang lebih mulus," ujar Rajan.
Adapun pada 2015, ahli mikrobiologi, Giulia Enders mengungkap bahwa orang-orang dengan toilet duduk, utamanya di Barat memiliki masalah seperti wasir dan divertikulosis, suatu kondisi yang terjadi ketika kantong di usus meradang.
Sedangkan, Enders mencatat bahwa 1,2 miliar orang di seluruh dunia yang jongkok saat buang air besar hampir tidak mengalami masalah usus. Dia menambahkan bahwa jongkok mengurangi tekanan yang dipusatkan pada pantat.
(Dyah Ratna Meta Novia)