DARGAVS di Rusia masih meninggalkan kisah misterius hingga ia lebih dikenal dengan julukan kota mati. Letaknya tersembunyi di pegunungan Kaukasus, sebuah kota yang menyimpan sejarah suram.
Banyak penduduk setempat percaya, apabila mereka memasuki kota itu tidak akan pernah kembali.
Melansir laman News Australia, desa ini benar-benar tersembunyi di salah satu dari lima pegunungan yang membelah pegunungan Kaukasus.
Memasuki desa ini, Anda akan melihat bangunan khas dengan sekelompok atap runcing dan rumah bata berjendela tunggal.
Di sekelilingnya terdapat areal pertanian yang indah dan puncak tebing yang dialiri air. Tak ada seorangpun yang bermukim di kawasan ini.
Kuburan sejak abad 14-18
Tak heran apabila Dargavs lebih dikenal sebagai 'kota orang mati' karena hanya dihuni oleh pemakaman yang dengan 10.000 mayat.
Dargavs (Foto: Instagram/@denwer4you)
Sebuah perkuburan kuno, tempat orang dimakamkan selama abad 14-18. Beberapa mayat di sini telah diawetkan dengan sangat baik, bahkan dagingnya masih menempel di tulang mereka.
Kuburan kuno ini terdiri dari 99 crypts yang berkerumun di dalam lembah sepanjang 17 kilometer. Mayat yang dikuburkan dalam lembah ini dikubur bersama dengan harta benda mereka.
Sejarawan mengungkap bahwa setiap ruang bawah tanah memiliki sumur di bagian depan. Jika kehilangan koin di dalam sumur dan mencapai dasar dikatakan sebagai sebuah pertanda baik, dan berhasil sampai ke dunia berikutnya.
Warga desa terjangkit kolera
Ada banyak sekali teori menakutkan, terkait Kota Dargavs ini. Sebuah bukti menunjukkan bahwa selama wabah yang melanda daerah tersebut pada abad ke-18, penduduk yang terinfeksi penyakit kolera akan mengarantina diri mereka sendiri di ruang bawah tanah untuk menunggu kematian yang mengerikan.
Legenda menceritakan bahwa para korban penyakit masa itu menjadi sasaran 'dewa' kuno yang marah karena penduduk desa yang memperlakukan seorang wanita muda di Dargavs berabad-abad silam.
Dargavs (Foto: Instagram/@kuznetsoff.photo)
Hingga kini masyarakat setempat percaya bahwa siapapun yang mengunjungi kota tersebut tidak akan pulang dalam keadaan hidup.
Setelah berakhirnya wabah tersebut, penduduk yang tinggal di dekat desa memutuskan untuk meninggalkan lembah sehingga Dargavs benar-benar menjadi kota mati.
(Rizka Diputra)