MENGUAK asal-usul nama Kota Palu. Ibu Kota Sulawesi Tengah pernah jadi sorotan dunia saat gempa dahsyat bermagnitudo 7,4 yang disusul gelombang tsunami menyapu pesisir wilayah itu pada 28 September 2018.
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Palu merupakan bagian dari daerah Swatantra II Donggala. Kemudian ditingkatkan statusnya jadi kota administratif Palu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978.
Kemudian pada 1978, Palu ditingkatkan jadi Ibu Kota Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah.
Palu letaknya di muara sungai. Awal mula berdirinya Kota Palu saat penduduk Desa Bontolevo di pegunungan Ulayo pindah ke dataran rendah dan menetap di kawasan yang kini bernama Boya Pagego.
Palu mulanya gabungan dari empat desa yakni Besusu, Tanggabanggo (Siranindi) yang kini bernama Kamonji, Panggovia (sekarang Lere), dan Boyantongo yang kini bernama Kelurahan Baru. Mereka bersatu untuk memilih raja dan para pembantunya.
BACA JUGA:
Secara etimologi, nama Palu berasal dari kata dari bahasa setempat yakni Topalu’e yang berarti tanah yang terangkat. Hal ini sesuai dengan tupografi Palu yang merupakan dataran tinggi.
Kota Palu terletak tepat pada garis khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0-2500 meter diatas permukaan laut. Bentuk kotanya memanjang dari timur ke barat terdiri dari dataran rendah, dataran bergelombang serta dataran tinggi.