"Seseorang dengan bronkitis kronis seringkali membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk pulih dari pilek dan penyakit pernapasan umum lainnya. Mengi, sesak napas, dan batuk mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan bernapas bisa menjadi semakin sulit," dalam website Childrensmn.
Kalau asap tembakau adalah penyebab lebih dari 80% dari semua kasus bronkitis kronis. Seiring waktu, zat berbahaya dalam asap tembakau bisa merusak saluran udara secara permanen, meningkatkan risiko emfisema, kanker, dan penyakit paru-paru serius lainnya.
Sebagai catatan, merokok (bahkan untuk waktu singkat) dan berada di sekitar asap tembakau, asap kimia, dan polutan udara lainnya untuk jangka waktu yang lama membuat seseorang berisiko terkena bronkitis kronis.
(Dyah Ratna Meta Novia)