BEBERAPA hari lalu tim gabungan melakukan eliminasi terhadap sejumlah anjing liar yang kena rabies di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Semua ini dilakukan sebagai usaha mencegah penularan rabies terhadap manusia. Apalagi rabies jika menginfeksi manusia, sangat berbahaya dan berakibat fatal. Bahkan sudah ada anak-anak jadi korban, termasuk seorang anak di Bali.
Lalu apa bahaya rabies bagi manusia?
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) rabies ialah virus bisa menginfeksi sistem saraf pusat manusia.
"Virus tersebut dapat menyebabkan penyakit di otak, yang pada akhirnya mengakibatkan kematian," keterangan dalam website resminya.
Perjalanan virus rabies dalam tubuh hewan, dari berbagai penelitian katanya virus rabies dimasukkan ke dalam otot melalui gigitan hewan mamalia seperti anjing. Ia berpindah dari tempat gigitan ke otak dengan bergerak di dalam saraf, sekalipun hewan itu tidak tampak sakit.
Kemudian, waktu antara gigitan dan munculnya gejala disebut masa inkubasi dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Gigitan hewan selama masa inkubasi, bisa saja tidak membawa risiko rabies karena virus belum sampai ke air liur.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi mengatakan, terdapat 31.113 kasus di 2023 dan 95 karena gigitan anjing. Bahkan, ada 11 kasus kematian akibat kasus rabies tersebut.
"Ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar, tapi 95% karena gigitan anjing,” jelas dia seperti dilansir dari Sehat Negeriku.
Adapun status rabies di Indonesia dari 2020 hingga April 2023, rata-rata per tahun kasus gigitan sebanyak 82.634, kemudian yang diberi vaksin anti rabies hampir 57.000.
Lalu apa saja gejala rabies?
Perlu diketahui seperti apa gejala rabies, dikatakan pada manusia di tahap awal timbul demam, badan lemas dan lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, dan sering ditemukan nyeri.
BACA JUGA:
Setelah itu, gejala lain disertai rasa kesemutan atau rasa panas di lokasi gigitan, cemas, dan mulai timbul fobia yaitu hidrofobia, aerofobia, dan fotofobia sebelum meninggal dunia.
BACA JUGA: