VIRAL seorang ibu menceritakan kisah pilu yang dialami oleh anaknya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Hal ini lantaran buah hatinya menderita Bronkopneumonia di usianya yang masih sangat belia akibat polusi udara yang buruk.
Bronkopneumonia sendiri merupakan bentuk pneumonia yang memengaruhi alveoli dan bronkus di paru-paru. Bronkopneumonia bisa menyebabkan radang paru-paru dengan gejala dapat berkisar dari ringan hingga berat dan mungkin termasuk batuk, kesulitan bernapas, dan demam.
Melalui akun media sosialnya dengan akun @srinurdiyanti1314, dia menceritakan kalau anaknya dirawat di rumah sakit selama 10 hari dengan gejala awal mengalami demam dengan suhu hampir 40 derajat Celcius.
"Anakku jadi korban polusi udara buruk ini, kena Bronkopneumonia 10 hari dirawat inap di RS gejala awal batuk, pilek biasa, demam tinggi stabil di 38-39 bahkan kalo malam sampai 40 derajat," tulis sang ibu, dikutip pada Kamis (15/6/2023).
Lebih lanjut, sang ibu mengaku baru mengetahui kalau anaknya mengalami infeksi bakteri setelah menjalani rontgen di bagian paru-parunya.
Bahkan, putri kesayangannya itu tidak mempan diberi Paracetamol untuk menurunkan suhu demam dan harus mengonsumsi antibiotik dosis tinggi.
"Di rontgen baru ketahuan ada infeksi bakteri, pake Paracetamol dari RS gak mempan, antibiotik biasa juga gak mempan juga. Sampai pakai antibiotik yang tingkatannya lebih tinggi pakai meropenem baru mempan turun demamnya," tulis sang ibu.
"Bayangkan, antibiotik yang dosisnya tinggi dipakai untuk umur 2 tahun," tulisnya lagi.
Cerita pilu Sri Nurdiyanti itu pun viral di media sosial dan dibagikan ulang oleh akun Instagram @pandemictalks. Banyak dari netizen prihatin dengan kondisi polusi udara yang buruk.
BACA JUGA:
"Memang udara terasa sesak beberapa minggu terakhir ini, kasian yang punya anak dan balita," tulis @bram****.
BACA JUGA:
Sementara itu, Pakar Kesehatan sekaligus Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama meminta masyrakat sebaiknya memakai masker akibat polusi udara.
Saat ini polusi udara di Jakarta cukup parah. Ada baiknya tetap memakai masker untung melindungi diri dari polusi udara.
"Kalau sedang sakit di saluran pernapasan jenis apapun maka baiknya pakai masker untuk tidak menulari orang lain, dan ketiga kalau daerah kita sedang kena polusi udara berat maka baik juga pakai masker," sambung Prof Tjandra.
Selain itu ia juga meminta masyarakat tetap memperhatikan kesehatan diri. Kemudian, diimbangi dengan PHBS serta pola hidup sehat.
(Dyah Ratna Meta Novia)