Kemudian beberapa anggrek spesies langka, mulai ditanam secara alami seperti anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum), anggrek bulan Pelaihari (Phalaenopsis amabilis), dan anggrek lainnya yang khas anggrek pegunungan Meratus.
Taman di lembah Bukit Manjai terbuka bagi masyarakat umum yang peduli akan kelestarian anggrek melalui sumbangan koleksinya dikembalikan ke hutan untuk ditanam.
Ada pula ragam jamur makroskopis dengan jumlah puluhan spesies yang telah ditemukan di taman biodiversitas hasil pengamatan tim konservasi biologi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, bahkan dijuluki sebagai negara mega biodiversity.
Begitu pula ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan yang kaya dengan keragaman spesies, sehingga sumber daya hayati ini wajib terus dijaga kelestariannya karena dapat menyerap zat pencemar lingkungan, seperti CO2, menjaga keseimbangan ekosistem dan iklim, serta mampu melindungi bumi dari bencana alam.
(Salman Mardira)