"Misalnya penyakit jantung, stroke, dan kanker, itu adalah penyebab sekunder akibat penggunaan tembakau," jelasnya.
Prof Dante menambahkan, WHO juga melaporkan bahwa sebanyak 8,2 juta kematian berhubungan langsung dengan penggunaan tembakau.
"Bukan soal merokoknya saja, dampak jangka panjang, termasuk pada internal metabolisme yang terjadi di dalamnya pun berpengaruh pada kesehatan manusia dan ini harus jadi perhatian bersama," tuturnya.
Dengan kata lain, tidak ada untungnya sama sekali aktivitas merokok dari kacamata medis, yang ada malah menjadi sumber masalah. So, masih mau merokok dan membiarkan Indonesia berada di puncak daftar perokok terbanyak di dunia?
(Dyah Ratna Meta Novia)