Pikat Turis, Ini Sederet Festival Wisata Digelar di Flores dan Alor Sepanjang Juni 2023!

Farid Maulana Faqih, Jurnalis
Jum'at 09 Juni 2023 15:00 WIB
Festival Wolobobo di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto: MPI/Yoseph Mario Antognoni)
Share :

TIGA event festival digelar di kawasan Pulau Flores dan Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Juni 2023. Festival ini diyakini dapat menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata setempat.

"Festival bulan Juni ini dapat menambah lama tinggal dan belanja wisatawan dan menambah pilihan wisatawan untuk beraktivitas di destinasi," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina seperti dilansir dari ANTARA, Jumat (9/6/2023).

Berikut tiga festival yang diselenggarakan di Flores dan Alor bulan ini.

 BACA JUGA:

Festival Kopi Lembah Colol

Festival Kopi Lembah Colol di Kabupaten Manggarai Timur digelar pada 13 Juni sampai 15 Juni 2023. Dalam festival ini, wisatawan diajak untuk merasakan sensasi mencicipi kopi terbaik dunia langsung dari rumahnya.

Alor Expo

Selanjutnya ada Visit Alor for Expo Alor XVI dan Alor Carnaval IX Tahun 2023 yang diselenggarakan di Kabupaten Alor mulai dari 13 Juni sampai 17 Juni 2023.

 

Dalam festival itu, ada rangkaian parade dan expo seperti Festival Al-Quran Tua, Festival Tenun Ikat, Festival Dugong, Festival Paralayang, dan rangkaian acara menarik lain.

 BACA JUGA:

Wolobobo Ngada Festival

Berikutnya, ada Wolobobo Ngada Festival di Kabupaten Ngada pada 28 Juni sampai 31 Juni 2023. Beberapa rangkaian kegiatan dalam festival ini yakni sport tourism, pameran UMKM, pertunjukan seni dan budaya, serta expo bambu.

Shana menjelaskan Labuan Bajo selama ini hanya mengandalkan Komodo. Apabila tidak ada kegiatan lain, maka wisatawan tidak berminat kembali ke Labuan Bajo.

Oleh karena itu kehadiran festival dalam hal ini festival dan MICE secara keseluruhan akan menambah alasan wisatawan datang ke Labuan Bajo dan sekitarnya.

Selain itu, banyak festival akan melatih masyarakat untuk menjadi masyarakat pariwisata dan tuan rumah untuk destinasi.

"Sebagai masyarakat yang lebih banyak mata pencahariannya petani, peternak, nelayan, maka event adalah salah satu cara tercepat mengenalkan dan mengedukasi kesiapan masyarakat tentang pariwisata," kata dia menjelaskan.

Dalam pelaksanaan tiga jenis festival di tiga kabupaten itu, BPOLBF memberikan dukungan dalam bentuk promosi dan publikasi event baik sebelum, saat, dan setelah event.

Selanjutnya ada dukungan baju sebanyak 100 buah untuk dapat dijadikan sebagai alat branding bagi festival-festival tersebut.

 

Dalam pelaksanaan festival itu, BPOLBF juga mengadakan pertemuan dengan travel agent dan tour operator untuk menjual paket wisata bundling dengan event, serta mengundang media untuk meliput kegiatan.

Dalam festival itu juga, adanya pemanfaatan homestay atau akomodasi lokal yang ditawarkan sebagai bagian dari paket wisata kegiatan festival, misalkan homestay di Colol dan camping di Wolobobo.

"Adanya asistensi untuk memastikan festival tersebut memenuhi standar Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf sehingga menjadi kegiatan yang berdampak dan berkelanjutan," katanya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya