"Sudah tepat gedung kuno itu dijadikan bangunan cagar budaya untuk menjaga keasliannya dan sebagai bukti sejarah untuk terus dilestarikan," ujarnya.
Budi menerangkan bahwa gedung perpustakaan daerah yang ada sekarang ini berdasarkan sumber dari Ahmad Elvian yang merupakan sejarawan Bangka Belitung, dibangun sekitar tahun 1913 atau tepatnya pada 13 September 1913.
"Gedung ini memiliki cerita sejarah cukup menarik karena pernah dijadikan kantor administrasi pemerintahan dan pertambangan di Keresidenan Bangka pada zaman kolonial," ujarnya.
Menurut catatan sejarah, pada awalnya antara administrasi pertambangan tinmijn dan administrasi pemerintahan distrik (binnenlandsch bestuur) disatukan dan kantornya juga menyatu.
"Kantornya adalah gedung perpustakaan daerah yang ada sekarang, memang gedung itu sarat dengan nilai sejarah karena pernah dijadikan kantor pada masa kolonial Belanda," tutupnya.
(Rizka Diputra)