KETUA Asita Kalimantan Barat (Kalbar), Ifan Ronaldo Baruso menyebut seni dan budaya menjadi daya tarik utama di provinsi itu.
"Daya tarik utamanya memang seni dan budaya, mengingat ada beberapa momen atau seperti Pekan Gawai Dayak (PGD), Robo-Robo, dan Cap Go Meh yang sudah menjadi acara tahunan di Kalbar. Bahkan PGD menarik banyak wisatawan asing dari Sarawak, Thailand, Australia, dan Taiwan," kata Ifan, seperti dikutip dari ANTARA.
Terkait dengan wisata alam di Kalbar, menurut Ifan, perlu banyak perbaikan dalam segi infrastruktur dan kesiapan daerah dalam menerima wisatawan asing dan lokal.
"Saya rasa kita harus banyak berbenah dalam hal infrastruktur. Karena jika berbicara keindahan alam, Kalbar ini sangat indah, hanya saja kesiapan untuk menerima wisatawan masih kurang. Tidak hanya masalah jalan dan transportasi yang terbatas, tetapi juga daerah seperti Bengkayang dan Sanggau yang keindahan alamnya menarik tidak memiliki rumah makan yang mampu menerima rombongan dalam skala besar," tuturnya.
Ia menambahkan, guna menarik wisatawan lokal maupun asing, diperlukan kolaborasi antara Pemda dan asosiasi terkait dalam mempromosikan wisata Kalbar.
"Untuk target peningkatan wisatawan perlu kolaborasi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan asosiasi-asosiasi pengusaha perjalanan seperti Asita, khususnya untuk mempromosikan budaya dan pariwisata di Kalimantan Barat ini ke luar negeri gitu melalui kegiatan yang diselenggarakan asosiasi luar negeri seperti Belanda, Tiongkok, Malaysia, dan lainnya," katanya.
Pada kesempatan itu lanjutnya, semua pelaku pariwisata harus aktif mempromosikan budaya dan pariwisata Kalbar, terutama ke negara yang memiliki kesamaan kultur dan budaya. Ketertarikan itulah yang nantinya harus dimanfaatkan untuk promosi.
Sementara itu, terkait dengan agenda terdekat Asita Kalbar, dia mengatakan pihaknya akan menggelar Kapuas Travel Fair pada 2024 dan terus berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam promosi budaya dan pariwisata Kalbar.
Saat ini, berdasarkan data BPS Kalbar mencatat pada Maret 2023 ada 5.743 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalbar melalui pintu masuk Entikong di Sanggau, pintu masuk Aruk di Sambas serta pintu masuk Nanga Badau di Kapuas Hulu.
(Rizka Diputra)