BANYAK ibu hamil cenderung mudah mengalami naiknya tekanan darah. Nah, hipertensi sering dialami oleh ibu hamil dan ini perlu diwaspadai.
Kondisi ini terjadi ketika angka tekanan darah melebihi batas normal. Lantas apa penyebabnya ibu hamil hipertensi?
Dikutip dari Siloam Hospitals, hipertensi pada ibu hamil terbagi dua jenis, yaitu hipertensi kronis dan gestasional.
Kondisi hipertensi Gestasional adalah peningkatan tekanan darah di atas normal, terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, tanpa adanya riwayat hipertensi sebelum kehamilan. Sementara, hipertensi kronis kebalikannya yaitu tekanan darah tinggi berkembang sebelum kehamilan atau selama 20 minggu pertama kehamilan.
Saat ibu hamil alami hipertensi saat kehamilan juga disebut Preeklampsia, biasa disebabkan karena tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mm Hg.
Melansir WebMD kalau penyebab lainnya, berupa nutrisi yang buruk atau lemak tubuh yang tinggi mungkin berkontribusi, Kurangnya aliran darah ke rahim bisa berperan, dan juga dikatakan bisa faktor gen.
"Banyak ahli berpikir preeklampsia dan eklampsia terjadi ketika plasenta wanita tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tetapi mereka tidak tahu pastinya mengapa. Beberapa orang berpikir karena nutrisi buruk atau lemak tubuh tinggi mungkin berkontribusi, kurangnya aliran darah ke rahim bisa berperan, dan gen juga merupakan faktor," keterangan dalam website.
Berikut ini cara pencegahan hipertensi pada ibu hamil, antara lain,
1. Menjaga berat badan, ini jadi langkah sangat penting untuk mencegah hipertensi. Menurut AHA, jika Anda memiliki berat badan ekstra atau memiliki indeks massa tubuh (BMI) 25 atau lebih tinggi. Sebaiknya menurunkan berat badan sebanyak 10 pon dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.
2. Makan makanan yang seimbang, dengan perbanyak makan buah dan sayur, serta batasi asupan lemak jenuh , lemak trans, dan gula.
BACA JUGA:
3. Diet atau kurangi garam, bagi banyak orang, diet rendah sodium dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
“Semakin tinggi asupan natrium, semakin tinggi tekanan darahnya,” kata Olugbenga Ogedegbe, MD, MPH, spesialis hipertensi klinis, dilansir dari Everyday Health.
BACA JUGA: