ADA satu sungai terkenal di Pulau Jawa yaitu Sungai Serayu. Tahukah Anda kenapa dinamakan Sungai Serayu?
Menurut cerita rakyat, sungai yang mengalir dari Wonosobo dan bermuara di laut Cilacap itu ada kaitannya dengan legenda mata air Tuk Bima Lukar.
Menurut ulasan Budaya-Indonesia.org, mata air Tuk Bima Lukar dipercaya bisa membuat orang awet muda. Tak perlu meminumnya, cukup membasuh muka atau mandi di mata air itu, seseorang bisa kembali muda.
Di sisi lain, ada cerita tersendiri soal Tuk yang disebut berawal dari suatu ketika sang pandawa sedang pergi ke Dieng untuk membangun candi tempat pemujaan, tapi di tengah perjalanan Bima, nama salah satu pandawa, ingin pipis atau buang air kecil.
"Kencinglah Bima di sana dan anehnya air kencing itu berubah menjadi sumber mata air berupa sendang. Air di sana dipercaya bersih dan sangat jernih," terang laporan laman itu.
Cerita lain berkisah bahwa ada sosok perempuan bernama Dewi Drupadi ingin mandi di sendang, berangkatlah dia ke sana. Sesampainya di sendang, Drupadi melepas pakaian dan di momen itu ternyata ada Bima dan mata Bima tak sengaja melihat ke arah Drupadi.
Setelah melihat Drupadi telanjang, Bima mendadak hendak buang air kecil dan pipislah dia sembari membelakangi Dewi Drupadi. Drupadi yang memergoki Bima kemudian bertanya;
Hai kakanda, mengapa membalikkan badanmu? Sambil pipis Bima menjawab, 'Maaf, setelah saya melihat dinda melepas pakaian, saya terpesona, dinda adalah putri yang cantik jelita'. Dalam bahasa Jawa 'Siro Ayu'.
Mendengar perkataan Bima, Drupadi tersipu malu yang akhirnya membuat air seni Bima tumpah dan jadilah sungai.
Nama sungai itu adalah Sungai Serayu yang diambil dari kata Sira Ayu. Sementara itu, sendangnya disebut Bima Lukar.
Dari cerita itu, tak heran kalau uban legend di balik cerita Sungai Serayu selalu dikaitkan dengan kencing Bima. Ternyata begitu ceritanya, ya!
(Rizka Diputra)