SEORANG arkeolog tiba-tiba sakit misterius setelah membuka makam mumi kuno di Mesir. Ini bukan adegan film atau kisah fiktif, karena kejadian benar terjadi dan mendapat sorotan dunia sekarang.
Dilaporkan laman Daily Mail, arkeolog itu mengeluh batuk berdarah dan berhalusinasi gak lama setelah peti mumi kuno dibuka. Makam itu sendiri berada di suatu tempat yang dikabarkan tidak pernah disentuh selama 600 tahun lamanya.
Adalah Ramy Romany, arkeolog itu membuka peti mumi dengan tujuan syuting acara TV 'Mummies Unwrapped'. Keputusan yang sangat fatal untuk membuka peti mati berusia ratusan tahun ternyata.
Sebab, beberapa jam kemudian, dalam perjalanan kembali ke Kairo, Romany mulai menunjukkan gejala tidak beres. Badannya merasa gak enak dan esok harinya langsung demam 42 derajat celcius. Jam ke jam, menit ke menit, gejalanya semakin parah.
Tahu ada yang gak beres, Romany menghubungi dokter dan diberikan antibiotik. Diagnosa awal, arkeolog itu dikira kena infeksi dari debu atau hewan. Tapi, 4 hari berselang, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.
"Apakah ini kutukan mumi atau bukan, sesuatu di makam itu menyerang saya," katanya pada kantor berita Khaleej Times, dikutip MNC Portal, Sabtu (13/5/2023).
Kejadian ini sejatinya terjadi pada 2019 dan makam yang disambagi Romany adalah makam firaun Akhenaten.
Diceritakan olehnya, saat makam firaun itu pertama kali disambangi, debu sangatlah banyak. Anak tangga begitu panjang dan dari sana jugalah Romany menghirup begitu banyak debu.
"Di dalam makam itu banyak ular dan kelelawar. Bau kencing kelelawar sangatlah kuat di sepanjang makam itu," ceritanya.