KEMENTERIAN Kesehatan mencatat bahwa masih banyak orang dengan sifilis dan HIV tidak mencari pertolongan dokter. Mungkin merasa malu atau tidak paham dengan penyakitnya.
Pada kasus sifilis misalnya, lebih dari 60 persen ibu hamil dengan sifilis tidak berobat. Lain cerita dengan kasus HIV, banyak ibu hamil yang gak dapat izin suaminya untuk tes, apalagi berobat padahal mungkin dirinya positif HIV.
Jika orang dengan sifilis atau HIV positif membiarkan infeksi itu terus menyerang tubuh tanpa ada intervensi pengobatan dokter, ada bahaya mengancam nyawa.
Dijelaskan Konselor HIV/AIDS Pangeran Pandawa di akun Twitter-nya, @rm_pangeran, pada kasus HIV yang tidak diobati sejak tahap awal, itu bisa berkembang menjadi AIDS.
"Gejala lebih parah bisa terjadi, seperti luka pada lidah atau mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur, atau infeksi jamur Miss V yang parah atau berulang," papar Pangeran, dikutip MNC Portal.
BACA JUGA:
"Selain itu, gejala HIV yang sudah diterima bisa bertambah parah menjadi penyakit radang panggul kronis, sering demam dan berkeringat di malam hari, batuk kering terus menerus, perdarahan pada kulit, mulut, hidung, dan anus," tambahnya.
BACA JUGA: