PENYAKIT Sifilis dikenal sebagai sakit yang ditularkan dari hubungan seksual, yang kini tengah jadi sorotan di Indonesia. Jumlah kasus yang 20 ribuan ini tentu cukup mengkhawatirkan, dan tak menutup kemungkinan muncul pertanyaan apakah HIV dan Sifilis sama atau berbeda?
Dr Arini Widodo, Sp. KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin menjelaskan, Sifilis dan HIV itu berbeda. Hal ini dilihat dari penyebab sakitnya, karena Sifilis oleh bakteri dan HIV atau AIDS karena virus.
"Keduanya beda. Sifilis disebabkan treponema pallidum (bakteri). AIDS (nama penyakitnya) disebabkan oleh virus HIV (nama virusnya)," ujar Dr Arini kepada MNC Portal, Kamis (11/5/2023).
Lebih lanjut, Dr Arini mengatakan, kalau antara penyakit Sifilis dan HIV, Sifilis lah yang bisa disembuhkan oleh dokter. Diketahui, umum Sifilis bisa diobati dengan Penicilin injeksi.
Melansir dari Healthline bahwa Sifilis primer dan sekunder mudah diobati dengan suntikan penisilin. Penisilin adalah salah satu antibiotik paling banyak digunakan dan biasanya efektif dalam mengobati sifilis.
"Sifilis bisa disembuhkan ada obatnya. Biasanya Penicilin injeksi. Tapi pemilihan obat akan disesuaikan dokter dengan kondisi dan stage penyakit pasien," jelas Dr Arini.
Di sisi lain, sebelumnya Dr Endah Citraresmi, SpA(K) Ketua Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelskan, penyakit HIV bukan hanya pada orang dewasa tapi juga bisa anak-anak ataupun remaja. Orang dengan HIV dikatakan minum obat seumur hidup, atau belum dapat disembuhkan (putus obat).
BACA JUGA:
Sebab HIV disebut virus terpintar karena mampu kebal terhadap obat yang sebelumnya diberikan. Bahkan virus HIV bisa menciptakan protein sendiri di dalam tubuh, akhirnya menyerang banyak sel dalam tubuh, terutama sel CD4 atau sistem kekebalan tubuh (imunitas) anak.
BACA JUGA: