“Itu menyebabkan saya terkena stroke juga, jadi saya pingsan dan seharusnya sudah mati. Tapi karena saya bersin, itu adalah cara yang paling damai untuk memecahkan penggumpalan darah ini,” curhatnya.
Sam kemudian dilarikan ke rumah sakit, begitu selesai diperiksa, dokter lalu mendiagnosisnya dengan kondisi langka yang menyebabkan pembuluh darah kusut.
Selanjutnya Sam harus menjalani tiga operasi hanya dalam kurun waktu satu minggu, bertujuan untuk menghilangkan gumpalan darah hingga akhirnya bisa sembuh total. Selama seminggu berada di rumah sakit, bagian belakang kepala Sam akhirnya harus mendapatkan 27 staples semacam jahitan.
Dokter menyebut Sam memiliki aneurisma yang mematikan dan dia didiagnosis menderita arteriovenous malformation (AVM). AVM secara medis merupakan kondisi yang menyebabkan kusutnya pembuluh darah yang menghubungkan arteri dan vena di otak. Malformasi arteri vena biasanya adalah bentuk gangguan kongenital atau bawaan lahir.
Arteri dan vena yang bisa pecah ini, menyebabkan terjadinya pendarahan di kepala. Kondisi ini bisa terjadi pada banyak tempat dalam tubuh, namun kasus terbanyak terjadi di organ otak atau paru.
(Rizky Pradita Ananda)