Mengapa Gigitan Nyamuk Bisa Sebabkan Bentol dan Gatal? Awas Bisa Muncul Penyakit

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Rabu 03 Mei 2023 11:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Share :

ALASAN mengapa gigitan nyamuk bisa sebabkan bentol dan gatal jarang banyak orang yang tahu.

Keberadaan nyamuk memang menjadi tanda penyakit berbahaya dikarenakan gigitannyabisa menyebakan bentol dan gatal.

Selain itu, jika terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti tentu saja dapat menyebabkan demam berdarah. Jika, tidak bisa tertangani dengan baik dapat menyebabkan kematian.Kendati begitu, tak jarang orang bertanya tentang akibat dari gigitan nyamuk secara umum.

-Mengapa Gigitan Nyamuk Bisa Sebabkan Bentol dan Gatal?


Saat nyamuk menggigit kulit Anda dan mengisi dirinya dengan darah, mereka juga menyuntikkan air liur ke kulit. Air liur itu memicu reaksi sistem kekebalan yang menyebabkan gatal dan benjolan klasik.

Perlu diketahui, air ludah nyamuk mengandung sejumlah protein yang mengakibatkan reaksi alergi dari orang-orang. Beberapa orang bahkan bisa merasakan gatal lebih lama daripada orang lain.

Bengkak pada kulit juga mungkin lebih besar dan luka bekas gigitan nyamuk lebih buruk. Nyamuk sendiri tertarik pada bau, seperti bau dari keringat, aroma bunga, dan karbon dioksida yang dihembuskan.

Untuk area gigitan yang alami bengkak dan bentol lantaran adanya histamin yang diproduksi oleh sistem imun. Histamin ini mampu meningkatkan aliran darah dan jumlah sel darah putih di area gigitan hingga menyebabkan peradangan atau pembengkakan.

Beberapa orang mungkin tak pernah bereaksi terhadap gigitan nyamuk lantaran sistem imun tiap orang berbeda. Orang ini tidak merasakan gatal atau bengkak pada kulit yang tergigit.

Sistem imun juga mungkin menjadi lebih toleran terhadap air liur nyamuk dari waktu ke waktu.

Itulah alasan mengapa gigitan nyamuk bisa sebabkan bentol dan gatal yang tak banyak orang tahu.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya