ISTANA Yogyakarta atau Gedung Agung merupakan tempat bersejarah. Statusnya sebagai Istana Kepresidenan. Letaknya di Jalan Ahmad Yani, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Berdiri dari tahun 1824, Istana Yogyakarta dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Desain istana dibuat oleh A Paye, arsitek kepercayaan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Pembangunan Istana Yogyakarta sempat berhenti karena Perang Diponegoro. Kemudian dibangun kembali dan selesai pada 1869 dan dijadikan kediaman Gubernur Jenderal Yogyakarta dari Belanda.
BACA JUGA:
Saat Yogyakarta jadi Ibu Kota Indonesia pada 6 Januari 1946, Istana Yogya jadi kediaman Presiden Republik Indonesia. Soekarno pernah tinggal di Istana Yogyakarta. Bahkan Megawati Soekarnoputri lahir di istana tersebut.
Berikut 5 fakta Istana Yogyakarta.
Pembangunan Tertunda Akibat Perang
Perang Diponegoro yang berlangsung pada 1825 sampai 1830 membuat pembangunan istana dihentikan. Tahun 1832 pembangunan kembali dilanjutkan.
Sayangnya tahun 1867 istana itu hancur karena gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Istana dibangun kembali dan selesai pada 1869.
BACA JUGA:
Istana Utama Pemerintahan Indonesia
Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi saksi bisu masa revolusi Indonesia. Mohammad Hatta dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta diam-diam pada 4 Januari 1946.
Dua hari kemudian, Istana Kepresidenan Yogyakarta resmi menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Istana itu dijadikan sebagai kediaman Presiden Soekarno dan keluarganya.