Asal-usul Mengapa Disebut Labuan Bajo, Tuan Rumah KTT ASEAN 2023

Cita Najma Zenitha, Jurnalis
Selasa 02 Mei 2023 16:50 WIB
Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT (Foto: Floresa)
Share :

LABUAN Bajo merupakan destinasi wisata super prioritas di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lalu kenapa disebut Labuan Bajo?

Labuan Bajo jadi tuan rumah KTT ASEAN Summit ke-42, pada 8 hingga 11 Mei 2023. Event internasional ini sekaligus jadi ajang promosi Labuan Bajo.

Keindahan Labuan Bajo bagaikan kepingan surga. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Labuan Bajo untuk berlibur atau sekedar merilekskan pikiran.

 BACA JUGA:

Melansir dari laman resmi Kemenparekraf, perihal nama Labuan Bajo karena secara historis desa ini menjadi tempat berlabuh orang-orang yang berasal dari Bajo dan Bugis Selatan. Labuan berasal dari kata labuhan atau berlabuh, sementara Bajo artinya orang-orang Bajo.

Akhira desa yang ditempati orang-orang Bajo dan Bugis Selatan ini disebut dengan Labuan Bajo. Labuan Bajo kemudian menjadi ibukota Kabupaten Manggarai Timur.

Sejak kedatangan wisatawan, Labuan Bajo terus membangun fasilitas transportasi memadai seperti pelabuhan, demaga, dan bandar udara.

Populasi masyarakat Labuan Bajo pada tahun 2022 mencapai 6.973 jiwa. Mayoritas masyarakat Labuan Bajo berasal dari Suku Manggarai. Mereka kebanyakan memeluk agama Katolik dan Protestan. Sementara, pendatang dan suku lainnya di Labuan Bajo beragama Islam.

Wisatawan dari berbagai dunia meyakini suasana senja di Labuan Bajo adalah yang terbaik. Suasana pantai dengan matahari yang mulai menyingsing menambah kehangatan berlibur ke Labuan Bajo.

Beberapa tempat menarik untuk menikmati indahnya senja di Labuan Bajo antara lain Puncak Amelia, Bukit Cinta, dan Puncak Silvia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya