Fitur desain Barbie baru dibuat di bawah bimbingan NDSS, kata Mattel. Selain menggambarkan beberapa ciri fisik seseorang dengan Down Sindrom, pakaian dan aksesori yang melekat pada tubuh boneka Barbie itu juga memiliki arti khusus.
Warna biru dan kuning pada gaun dress yang dikenakan pada boneka disertai kupu-kupu melambangkan simbol dan warna yang terkait dengan kesadaran akan Down Syndrome, ditambah dengan tiga chevron pada kalung Barbie untuk mewakili bagaimana orang-orang dengan Down Syndrome memiliki tiga salinan dari kromosom ke-21 mereka.
Selain itu, Barbie memakai ortotik pergelangan kaki, yang digunakan beberapa anak dengan Down Syndrome.
Kandi Pickard, Presiden dan CEO NDSS, dalam pernyataannya menyambut baik perilisan boneka Barbie Down Syndrome tersebut. Kandi mengungkap, ia pertama kalinya orang-orang dengan Down Syndrome bisa bermain dengan mainan yang tampilannya mirip.
"Ini sangat berarti bagi komunitas kami, yang untuk pertama kalinya, dapat bermain dengan boneka Barbie yang mirip dengan mereka," ujar Kandi.
"Barbie ini berfungsi sebagai pengingat, bahwa kita tidak boleh meremehkan kekuatan akan suatu representasi,” sambungnya.
(Rizky Pradita Ananda)