BAGI Anda yang berdomisili di sekitaran Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, objek wisata Batu Kuda tentu sudah akrab di telinga.
Ya, objek wisata ini berlokasi di lereng Gunung Manglayang, tepatnya di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Batu Kuda merupakan sebuah objek wisata alam yang asri, hijau, namun sedikit menyimpan kisah misteri.
Asal-usul Batu Kuda di Gunung Manglayang yang masih dalam kategori kawasan perbukitan ini kerap membuat wisatawan penasaran.
Sebenarnya, sama seperti objek wisata alam gunung pada umumnya, Batu Kuda di Gunung Manglayang ini memiliki panorama alam yang masih sangat natural.
Melansir dari berbagai sumber, Batu Kuda merupakan sebuah situs wisata alam di Kabupaten Bandung di mana lokasinya ada di ketinggian 1.150-1.300 mdpl. Sebagian besar areanya berupa perbukitan yang ditumbuhi hutan pinus.
Batu Kuda Manglayang (Foto: Radio Backpacker Guesthouse)
Batu ini merupakan situs sejarah peninggalan sebelum masuknya agama Islam. Konon, batu ini adalah perwujudan seekor kuda milik Prabu Layang Kusuma dengan permaisurinya, yaitu Ratu Layang Sari.
Nama Manglayang sendiri diambil dalam Bahasa Sunda dari kata Layang yang berarti terbang. Asal-usul nama ini adalah dari cerita rakyat setempat yaitu cerita kedatangan seekor kuda terbang yang bernama Semprani.
Dikisahkan, kuda yang bernama Semprani ini mencoba terbang dari wilayah Cirebon ke wilayah Banten. Ketika terbang, kuda terbang ini tersungkur jatuh di permukaan dasar lereng gunung ini.
Terdapat suatu batu besar yang dinamakan Batu Kuda di gunung ini, yang dikisahkan oleh kisah kuda terbang Semprani yang tersungkur hingga terlilit dengan semak belukar di gunung ini.