SENSASI menjalani puasa di Istanbul, Turki tentunya sangat jauh berbeda dengan di Tanah Air. Okezone berkesempatan menjalani hiruk pikuk bulan Ramadhan di Istanbul, kota yang erat dengan nuansa Islam.
Di sini, masyarakat Muslim biasanya puasa kurang lebih 14-15 jam lamanya. Subuh pada April 2023, terjadi sekira pukul 04.53 dan Magrib sekira pukul 19.47 waktu Istanbul. Memasuki musim semi, cuaca cukul dingin sekira 9-11° celcius.
BACA JUGA:
“Puasa di sini seru dan jauh berbeda dengan di Indonesia. Walaupun musim semi, cuaca cukup dingin dan sering kali hujan. Tentunya juga ini menambah tantangan ya. Tapi beruntung karena enggak kepanasan,” ujar Ilyas Mujib, warga Indonesia yang menjalani puasa di Turki.
Istanbul merupakan kota dengan multikultural dan etnis. Maka dari itu, banyak pula yang tidak berpuasa. Istanbul tetap toleran dan tak pandang bulu. Banyak restoran, kafe, rumah makan dan kedai yang buka sejak pagi hari tanpa penghalang.
Hal ini menandakan kedewasaan beragama. Mereka sama sekali tak terganggu dengan adanya masyarakat yang tidak berpuasa.
Namun demikian nuansa Ramadhan di Turki cukup meriah. Masjid-masjid makin ramai dikunjungi masyarakat yang beribadah dan iktikaf.
Agenda masjid pun beragam, mulai berbagai macam pengajian hingga berbuka puasa bersama.