Ketika kursi sudah penuh dan Kai melihat orang-orang berhenti makan untuk menatap ponsel mereka, ia akan meminta mereka untuk berhenti melakukannya. Kai tidak memasang tanda yang meminta pelanggan untuk meletakkan ponsel mereka, melainkan ia akan berbicara secara langsung dengan pelanggan yang bersangkutan.
Bagi Kai, ramen bukanlah sekadar makanan, melainkan juga merupakan bentuk hiburan yang memiliki aturan-aturan tertentu. Dia berpendapat bahwa seperti halnya pepatah "ketika di Roma, berbuatlah seperti orang Romawi", ramen memiliki karakteristik yang harus dihormati dan diikuti.
Debu-chan bukanlah satu-satunya restoran yang memperhatikan penggunaan ponsel selama makan. Sebuah gerai McDonald's di Singapura pada tahun 2017 meluncurkan kampanye "Telepon Mati. Bersenang-senanglah.", yang memasang loker ponsel di mana pelanggan dapat menyimpan perangkat mereka selama makan agar mereka dapat fokus pada interaksi dengan keluarga dan teman.
Tidak hanya saat makan, beberapa wilayah di Jepang, seperti distrik Adachi di Tokyo, juga telah membatasi penggunaan ponsel selama berjalan kaki atau bersepeda.
(Salman Mardira)