SAAT ini banyak orang sudah mempersiapkan kue lebaran seperti nastar, kastangel, putri salju dll. Namun ingat, saat bikin kue lebaran sebaiknya jangan konsumsi adonan tepung mentahnya sebab berbahaya.
Belum lama ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) diketahui baru saja merilis laporan terkait kasus kontaminasi bakteri Salmonella pada tepung.
Dari laporan yang dikeluarkan CDC, tepung yang terkontaminasi bakteri tersebut telah memakan korban sakit sebanyak 12 orang, tiga orang sekarang sedang dirawat inap secara intensif di rumah sakit. CDC menyebut, saat ini kasusnya masih dalam proses investigasi lebih lanjut.
"Penyelidik sedang bekerja untuk mengidentifikasi merek tepung tertentu yang terkait dengan wabah ini. Namun, tepung mentah (belum dipanggang) apa pun bisa mengandung kuman seperti Salmonella," bunyi laporan CDC, dikutip dari laman resmi CDC.
Sumber wabah sendiri diidentifikasi sejauh ini datang dari konsumsi adonan mentah atau adonan terbuat dari tepung.
BACA JUGA:
CDC memperingatkan, masyarakat dilarang mengonsumsi tepung, adonan, atau adonan tepung yang mentah. Mengingat berisiko mengandung bakteri di dalamnya, termasuk Salmonella.
BACA JUGA:
"Jangan makan adonan tepung, atau adonan mentah," bunyi peringatan CDC terkait mewabahnya kasus Salmonella di tepung mentah.
Korban yang sakit akibat terpapar bakteri Salmonella pada tepung tersebut pun dilaporkan lebih lanjut mengalami beberapa gejala yang muncul. Mulai dari diare, demam, kram perut, yang mana gejala-gejala paparan bakteri ini umumnya muncul mulai enam jam sampai enam hari setelah menelan atau mengonsumsi sesuatu terkontaminasi bakteri tersebut.
Pada kelompok anak di bawah 5 tahun, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan lemah , kemungkinan mengalami penyakit yang lebih parah yang butuh perawatan medis atau rawat inap.
Jika mengalami diare lebih dari tiga hari tak sembuh-sembuh juga, diare berdarah, demam tinggi, muntah banyak, dan dehidrasi yang ditandai air seni tidak keluar, mulut dan tenggorokan kering, serta pusing saat berdiri. Segera periksakan diri ke rumah sakit agar mendapat pertolongan medis yang tepat.
(Dyah Ratna Meta Novia)