Sejarah Masjid Cut Meutia, Eks Kantor Belanda yang Diduduki Jepang lalu Dimiliki Indonesia

Melati Pratiwi, Jurnalis
Jum'at 07 April 2023 06:07 WIB
Masjid Cut Meutia di Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Okezone.com)
Share :

MEGULAS sejarah Masjid Cut Meutia. Masjid di Jalan Cut Meutia 1, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat ini menyimpan sejarah unik dengan arsitekturnya bangunannya sangat khas Belanda.

Sebelum menjadi Masjid Cut Meutia, bangunan yang berselebahan dengan Stasiun Gondangdia itu dulunya memang kantor milik pemerintah Hindia Belanda.

Melansir dari situs resmi Masjid Cut Meutia, bangunan dengan atap kubah kuno dan jendela-jendela besar itu dulunya berfungsi sebagai kantor biro arsitektur dan pengembang yakni N.V. De Bauploeg.

 BACA JUGA:

Gedung tersebut selesai dibangun pada tahun 1912 dan dari waktu ke waktu fungsinya beberapa kali berubah.

Berawal dari kantor biro, kemudian dilanjutkan lagi sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda, hingga kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang.

 

Lepas dari zaman penjajahan Belanda maupun Jepang, gedung Masjid Cut Meutia sempat dipakai untuk kantor Wali Kota Jakarta Pusat,

 BACA JUGA:

kantor Dinas Perumahan, perusahaan daerah air minum, dan kantor pos. Selain itu, pernah pula ditempati Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pimpinan Jenderal AH Nasution.

 

MPRS kemudian berpindah tempat ke Senayan. Sejak saat itu, gedung di kawasan Menteng ini tak lagi dipergunakan untuk keperluan kantor manapun dan justru AH Nasution menyarankan agar dijadikan masjid saja.

Pasalnya, daerah sekitar Kebon Sirih , Menteng belum banyak terdapat masjid. Tapi niatan baik itu tak langsung terlaksana, melainkan AH Nasution membentuk remaja masjid Cut Meutia terlebih dahulu pada tahun 1984.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya