Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan, massa di bawah kulit yang ditemukan dokter menyerupai kista ganglion, benjolan berisi cairan. Akhirnya dokter pun harus membedah benjolan berukuran dua sentimeter tersebut. Ketika dikeluarkan, dokter bedah melihat nanah keluar dari luka tersebut, yang mengindikasikan adanya infeksi.
Setelah diperiksa dan diteliti lebih lanjut, balita malang tersebut mengalami infeksi Mycobacterium marinum, yang bisa menyebabkan infeksi seperti tuberkulosis pada ikan. Jenis infeksi ini bisa menginfeksi manusia ketika luka pada kulit terkena kontak dengan air tawar atau air asin yang terkontaminasi, melansir Times of India, Rabu (5/4/2023).
Mengingat Mycobacterium marinum alias kebal terhadap antibiotik biasa, termasuk amoksisilin. Akhirnya dokter memberikan antibiotik rifampisin dan klaritromisin, yang untungnya direspon baik oleh tubuh sang balita.
(Rizky Pradita Ananda)