Soal Status Covid-19 Anak, Studi Sebut Banyak Orang Tua yang Berbohong

Diva Daniswara, Jurnalis
Rabu 05 April 2023 08:00 WIB
Ilustrasi, (Foto: Times of India)
Share :

Pandemi Covid-19 yang melanda beberapa negara di dunia pada tiga tahun lalu sangat merugikan negara dan berdampak pada kegiatan sehari-hari. Munculnya pandemi Covid-19 ini mengakibatkan kebijakan pembatasan kegiatan sehingga banyak aktivitas yang akhirnya dialihkan menjadi jarak jauh atau dilakukan di rumah saja.

Salah satu dampak dari munculnya pandemi Covid-19 ini yaitu penutupan sekolah, sehingga anak-anak terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh. Selama pandemi, banyak pembatasan yang diberlakukan untuk melindungi anak-anak.

Namun, ternyata dampak dari pembelajaran jauh pada anak-anak juga berdampak pada para orang tua.

Menurut hasil dari studi penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal JAMA Network Open, ternyata banyak orang tua yang memilih untuk berbohong terkait status kondisi kesehatan anaknya dan tidak mengikuti prosedur kesehatan selama pandemi.

Lewat penelitian ini, menunjukkan sekitar 25,9 persen orang tua yang disurvei telah berbohong dan salah dalam menggambarkan kesehatan anak mereka, mengutip New York Post, Rabu (5/4/2023).

Penelitian sendiri digelar dengan memberikan survei online kepada sebanyak 1.733 orang dewasa di Amerika Serikat pada bulan Desember 2021 tentang pengalaman pribadi mereka selama pandemi Covid-19.

Survei tersebut menanyakan kepada para orang tua tentang tujuh jenis perilaku yang melibatkan kesalahan representasi dan ketidakpatuhan terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat selama pandemi, dan apakah mereka pernah melakukannya atau tidak.

Dari hasil survei tersebut, dalam analisis akhir menyurvei 580 orang tua yang punya anak di bawah 18 tahun didapati bahwa sebanyak 24 persen orang tua tidak memberi tahu bahwa anaknya terinfeksi Covid-19. Sedangkan sebanyak 21 persen orang tua tidak menerapkan prosedur kebijakan selama pandemi Covid-19, sehingga banyak diantara anak-anaknya yang melanggar peraturan protokol kesehatan karantina Covid-19.

Ketidakpatuhan terhadap kebijakan selama pandemi Covid-19 tersebut, diakui para orang tua sebagai peserta dengan alasan ingin menggunakan kebebasan pribadi mereka sebagai orang tua. Tak hanya itu, mereka juga ingin anak-anaknya bisa menjalani kehidupan “normal” seperti sebelum pandemi.

Penelitian yang sama, disebutkan lebih lanjut juga sekaligus mengungkap bahwa orang tua mengalami peningkatan stress yang dipicu protokol kesehatan selama pandemi ini, seperti libur-penutupan sekolah dan peraturan karantina. Hal ini dikarenakan banyak orang tua yang tidak terbiasa, dan merasa kesulitan untuk mengajari anak-anak sekolah melalui daring.

“Temuan kami ini menunjukkan tantangan kesehatan masyarakat yang serius dalam konteks langsung pandemi COVID-19, “ tulis para penulis studi.

“Termasuk di dalamnya, gelombang masa depan yang mempengaruhi orang tua yang kelelahan, serta wabah penyakit menular di masa depan,” tutup para penulis studi.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya