Buah Asli Papua Ini Diincar Banyak Negara di Dunia, Kok Bisa?

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 03 April 2023 09:02 WIB
Buah Kansu atau Buah Merah asli Papua (Foto: hortikultura.pertanian.go.id)
Share :

PAPUA selalu menarik untuk dibahas, karena memiliki banyak keunikan dan kekayaan alam maupun budayanya. Salah satunya ialah keberadaan buah Kansu.

Buah asli Papua ini ternyata diincar banyak negara di berbagai belahan dunia loh. Papua menjadi salah satu pulau di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Bukan hanya sumber daya alam non hayati, hayati pun sangat melimpah.

Selain Kansu, salah satu yang terkenal juga ialah Buah Matoa. Buah yang berada dalam kelompok famili Sapindaceae ini berdekatan dengan buah leci dan buah maple.

Rasa yang dihasilkan oleh buah matoa ini terasa seperti buah rambutan juga leci, dengan tekstur yang manis dan berair.

Buah satu ini memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Kandungan buah matoa terdiri dari vitamin C, vitamin E, antioksidan, juga beberapa senyawa lainnya.

Buah Kansu (Foto: Dinkes Jayapura)

Seperti yang disinggung sebelumnya, Papua memiliki banyak sumber daya alam hayati yang melimpah. Selain matoa, ternyata ada buah lainnya yang banyak diincar negara di dunia, yakni Buah Kansu.

Lantas, bagaimana bentuk dan manfaat buah asli Papua ini? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Mengenal buah Kansu

Orang Papua biasa menyebut buah Kansu dengan buah merah Papua. Orang Papua sendiri mengolah kembali buah merah menjadi bubuk dan kapsul, kemudian mengemasinya menjadi obat dan menjualnya ke masyarakat umum.

Meski begitu, potensi utama dari buah merah ini secara tradisional digunakan untuk sumber minyak nabati atau minyak karotenoid selain kelapa sawit.

Buah merah ini mengandung lemak yang cukup tinggi yaitu 35 persen per berat kering sehingga kandungan asam lemaknya hampir sama dengan minyak goreng pada umumnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya