"Terapi ESA boleh diberikan apabila Hb < 10 g/dl, penyebab lain anemia sudah disingkirkan, tidak ada anemia defisiensi besi absolut, tidak ada infeksi berat."
"Kondisi yang perlu diperhatikan yaitu tekanan darah tinggi dan hiperkoagulasi," tambahnya.
Kalau cuma transfusi darah, ternyata memiliki banyak risiko apabila dilakukan kepada pasien cuci darah. Misalnya kelebihan besi, kelebihan cairan, risiko infeksi hepatitis B, C dan HIV, dan risiko lainnya.
Makanya, disarankan dr Afiatin, pasien disarankan sebisa mungkin hindari transfusi darah untuk mengurangi risiko efek samping tersebut.
(Helmi Ade Saputra)