KEBANYAKAN orang lebih memilih solo traveling atau melakukan perjalanan sendiri untuk liburan ketimbang harus berkelompok. Kira-kira apa ya penyebabnya?
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa 57 persen orang Amerika akan tertarik melakukan perjalanan solo ke kota-kota lain.
Faktanya, 66 persen orang Amerika telah melakukan perjalanan solonya. Tampaknya orang tertarik untuk traveling sendirian karena ingin bebas membuat itinerary dan tidak terpengaruh keinginan orang lain.
Mengutip laman Travel Pulse, sebanyak responden yang disurvei menghasilkan 37 persen lainnya mengatakan bahwa bepergian sendiri memudahkan mereka untuk bersantai dan menikmati liburan.
Perjalanan solo juga merupakan pendorong kepercayaan diri yang besar bagi mereka. Selain itu 32 persen wanita mengatakan akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian mereka.
Selain itu 40 persen wanita milenial mengklaim kepercayaan diri adalah salah satu alasan utama mereka ingin bepergian sendirian.
Minat solo travel berhubungan langsung dengan destinasi. Lebih dari separuh orang Amerika akan melakukan perjalanan ke kota AS sendirian, sementara hanya 37 persen yang akan mengunjungi kota asing saja.
Sementara itu survei yang dilakukan oleh organisasi perdagangan perjalanan, ABTA menunjukkan bahwa hampir satu dari enam orang atau 15 persen memilih pergi berlibur sendiri alias solo traveling dalam 12 bulan hingga bulan Agustus. Jumlah ini naik 12 persen pada tahun 2017 dan 6 persen pada tahun 2011.
Mengutip dari Mirror, lebih 76 persen orang mengatakan memiliki kesempatan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan adalah alasan paling umum mengapa banyak orang melakukan solo traveling. Jumlah ini pun mengalami peningkatan menjadi 92 persen untuk usia 35-44 tahun.
Alasan tersebut diikuti oleh kesempatan untuk mengambil waktu istirahat sebesar 63 persen dan mengunjungi destinasi baru 37 persen.
Sedangkan, kurang dari sepertiga atau 31 persen mengatakan kesempatan untuk bertemu orang baru bukan menjadi prioritas bersolo traveling.
Berdasarkan alasan tersebut, sebanyak 41 persen orang memilih solo traveling dibandingkan tahun lalu. Sementara Chief Executive ABTA, Mark Tanzer menjelaskan banyak orang memilih berlibur seorang diri karena untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
(Rizka Diputra)