Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), kasus infeksi jamur Candida Auris yang terkonfirmasi sudah menyentuh angka 2.377 kasus.
Angka yang mengkhawatirkan karena terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari laporan para peneliti agensi yang melaporkan di Annals of Internal Medicine, seiring berjalannya waktu, prevelansi kasus infeksi jamur ini memang terus meningkat.
Pada tahun 2019 meningkat 44 persen menjadi 476 kasus, kemudian melonjak 59 persen menjadi 756 pada 2020 dan melesat hingga 95 persen menjadi 1.471 kasus di tahun 2021.
Dalam laporan barunya, CDC menyebut infeksi jamur berbahaya ini dianggap sebagai ancaman resistensi antimikroba yang sudah darurat dan penyebarannya di seluruh penjuru negeri, sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Kenapa infeksi Candida auris ini membuat kesehatan masyarakat AS ketar-ketir? Hal ini karena faktanya, menurut CDC infeksi karena jamur Candida auris tersebut seringkali sulit dikenali dan diidentifikasi dan hal ini juga bisa memicu wabah di tempat perawatan kesehatan, seperti rumah sakit dan panti jompo.
Bukan hanya cukup sulit diidentifikasi, salah satu kekhawatiran terbesar tentang Candida auris adalah karena jamur ini, dikatakan Richard Watkins, M.D, dokter penyakit menular di Akron, Ohio, sering kali kebal terhadap beberapa obat antibiotik yang sering digunakan mengobati infeksi.
BACA JUGA:
"Hal ini menyebabkan kasus kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi jamur lainnya," kata dr. Richard yang juga profesor penyakit dalam di Northeast Universitas Kedokteran Ohio.