Infeksi Jamur Candida Auris, Menyebabkan Penyakit Apa?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Jum'at 24 Maret 2023 11:32 WIB
Pasien (Foto: Post gazette)
Share :

JAMUR Candida Auris menyebar di berbagai fasilitas kesehatan di Amerika Serikat. Mereka khawatir dengan penyebara jamur tersebut.

Lalu infeksi jamur Candida auris menyebabkan penyakit apa?

 

Infeksi jamur Candida auris paling sering menyebabkan infeksi di aliran darah, tapi ia juga dapat berdampak ke sistem pernapasan, sistem syaraf pusat, dan organ dalam, serta kulit. Infeksi ini biasanya cukup serius.

Jamur ini juga kerap resisten terhadap obat-obat yang biasa digunakan, yang membuat infeksi sulit untuk diobati.

"Masalah terbesar dengan jamur ini adalah resistensinya pada obat-obatan yang kita punya," kata Dr. Tina Joshi, profesor madya di jurusan Biologi Molekular Universitas Plymouth, Inggris.

Tetapi masalah lainnya ialah mengidentifikasi infeksi Candida auris cukup sulit dan ia bisa dengan mudah disangka sebagai jenis fungi lain, mengakibatkan salah perawatan.

Candida auris kerap kebal terhadap obat-obatan anti-fungal yang umum, sehingga infeksi sulit diobati.

BACA JUGA:

2 Ribu Pasien Lebih Terinfeksi Jamur Candida Auris, Apa Itu? 

Ini berarti pasien bisa sakit lebih lama, atau kondisinya memburuk sebelum mendapat akses ke perawatan yang tepat.

 BACA JUGA:

Lalu bagaimana penyebarannya?

Dikutip dari BBC, cara penularan utama adalah melalui permukaan yang terkontaminasi di rumah sakit. Candida auris dapat menempel di selang infus dan alat pengukur tekanan darah.

Ia sangat sulit untuk dibersihkan, menurut Dr Neil Stone, ahli jamur terkemuka di Rumah Sakit untuk Penyakit Tropis, Universitas College London.

Seringkali, solusinya ialah menutup seluruh bangsal.

"Ini adalah jamur yang paling mengkhawatirkan dan berbahaya bila diabaikan," kata Dr Stone.

"Ia bisa membuat seluruh sistem perawatan kesehatan ditutup".

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 20 Maret, CDC mengatakan data baru menunjukkan bahwa jamur ini telah "menyebar dengan laju yang mengkhawatirkan" di AS.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya