PULAU Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, lolos ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Tahun ini, kita daftarkan Penyengat ikut ADWI 2023. Alhamdulillah, lolos pendaftaran, selanjutnya akan menjalani proses penilaian oleh Kemenparekraf," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengutip ANTARA.
Nazri menyampaikan ada lima kriteria penilaian yang harus dipenuhi Pulau Penyengat agar terpilih menjadi desa wisata terbaik di Indonesia, yaitu harus memiliki keunikan dan keaslian daya tarik wisata berupa alam dan buatan, serta seni, dan budaya.
Kemudian, dilihat dari suvenir yang dijual, katanya, harus bisa menggali kreativitas dan hasil karya di desa wisata berupa kuliner, fesyen, dan kriya berbasis kearifan lokal.
Ada pula penilaian homestay dan toilet, digital dan kreatif, serta kelembagaan desa wisata, serta cleanliness, health, safety, environment sustainability (CHSE).
(Foto: Instagram/@maskirsav)
"Penilaian diperkirakan mulai Juni 2023. Untuk persiapan sudah kita lakukan sejak jauh hari, baik objek wisata, ekonomi kreatif, dan kelembagaannya," ujar dia.
Nazri juga menyampaikan untuk peserta ADWI yang dinyatakan lolos pendaftaran dan akan mengikuti proses penilaian mendapatkan apresiasi sebagai desa wisata binaan Kemenparekraf.
Menurutnya, pada 31 Januari 2023, Pulau Penyengat mendapat piagam penghargaan sebagai desa wisata binaan Kemenparekraf berupa Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023, dengan tema desa wisata simbol kebangkitan ekonomi nasional, yang ditandatangani Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.