Lantaran dialek warga yang sedikit jelek sehingga nama Sidokare berubah menjadi Sidoarjo. Daerah ini dulunya dipimpin oleh patih yang bernama R.Ng. Djojohardjo yang tinggal di sebuah kampung bernama Pucang Anom.
Dalam kepemimpinannya, sang patih dibantu oleh seseorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang tinggal di kampung Pangabahan.
Berdasarkan keputusan Hindia Belanda, pada tanggal 31 januari 1859 daerah ini dibagi menjadi dua, yakni kabupaten Surabaya dan kabupaten Sidokare.
Selain itu, nama dari daerah Sidokare diubah menjadi Sidoarjo.
Itulah alasan mengapa kota Sidoarjo disebut kota Delta beserta sejarahnya.
(Salman Mardira)