Bahasa Indonesia : Kalian tidak makan?
Jawa Surabaya : Rek, koen gak mangan ta?
Jawa standar : Cah, kowe ra podo maem to?
Bahasa Indonesia : Ton, panggilkan Lina dong
Jawa Surabaya : Ton(nama orang), celukno Lina (nama orang) po'o
Jawa standar : Ton, undangke Lina
Faktor budaya dan geografis Jawa Timur menjadi penyebab Bahasa Jawa Suroboyoan terkesan kasar. Revi Soekatno seorang ahli bahasa
menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Jawa kasar karena Jawa Timur jauh dari pusat kebudayaan di Jawa Tengah.
Kondisi geografis Kota Surabaya lebih kering dan panas. Hal ini mempengaruhi karakter manusia. Pada kondisi ini, orang Surabaya lebih lugas
dan keras dalam berbicara.
(Salman Mardira)