Gunung Merapi Erupsi Lagi, Ini Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Selasa 14 Maret 2023 18:05 WIB
Merapi erupsi (Foto: Eko PSI)
Share :

HINGGA kini sudah puluhan kali terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi. Awan panas guguran selama ini mengarah ke barat daya yaitu ke arah Sungai Bebeng.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santosa menyatakan, usai terjadi awan panas guguran Sabtu (11/3) siang. Pihaknya langsung menurunkan petugas untuk melakukan survei guna melihat sejauh mana luncuran awan panas tersebut.

 

"Kami melakukan Survei Tim Drone Badan Geologi Pasca Kejadian Awan panas Guguran Tanggal 11-12 Maret 2023," tutur dia.

Lalu apa bahaya abu vulkanik bagi kesehatan?

Abu vulkanik dari Gunung Merapi yang terbawa angin ke berbagai arah hingga banyak membahayakan warga sekitar, terutama pada kesehatan. Abu vulkanik sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan.

Ahli Kesehatan Paru dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tangerang, Dr Thahri Iskandar SpP menjelaskan, pada prinsipnya sewaktu letusan gunung itu terjadi, berbagai macam batu-batuan dikeluarkan.

“Kandungan yang terdapat dalam abu vulkanik sangat variatif,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

Dokter Thahri mengatakan, apabila dibagi-bagi, maka kandungan dalam abu vulkanik tersebut terdiri atas pasir dan batu-batuan, produk letusan seperti belerang, juga awan panas yang banyak disebut dengan wedhus gembel. “Semuanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya paru-paru,” ungkapnya.

Saat menyerang pernapasan, lanjutnya, dampak yang terjadi pun bisa beragam. Misalnya saja saat menyerang kepada orang yang sebelumnya sehat, maka bergantung seberapa besar debu itu menyerang seseorang. “Posisi juga menentukan seberapa besar abu tersebut masuk ke dalam pernapasan kita,” katanya.

Nah, jika posisi seseorang dekat dengan abu vulkanik yang kemudian masuk ke dalam pernapasan cukup banyak, maka bisa membuat saluran pernapasan membengkak karena efek dari panasnya udara. Yang terjadi, bisa saja sesak napas, bahkan sampai mengancam jiwa.

Apabila awan tersebut naik ke angkasa yang kemudian membentuk awan panas, maka bisa sebabkan hujan asam yang juga membahayakan kesehatan maupun lingkungan. Kandungan racun dalam awan panas tadi dapat menurunkan kesuburan tanah dan kematian bagi hewan.

“Namun, jika seseorang berada dalam posisi yang jauh, otomatis dampak pada kesehatan pun akan berkurang atau gejalanya lebih ringan,” sebutnya.

Berbeda halnya dengan seseorang yang sudah bermasalah pada paru-paru, seperti pada penderita asma misalnya. Umumnya pada seseorang yang memiliki riwayat asma, maka asmanya akan kumat. “Abu vulkanik merupakan salah satu pencetus terjadinya serangan asma,” paparnya.

Abu gunung merapi juga bisa menjadi salah satu pencetus asma yang kuat sehingga yang terjadi pada penderita asma biasanya adalah bengek yang bisa muncul kapan saja saat terpapar abu vulkanik.

Selain asma, abu vulkanik juga sangat berbahaya bagi seseorang yang sudah menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau penyakit yang disebabkan gas atau asap yang beracun dan berbahaya.

 BACA JUGA:5 Obat Paru-Paru Basah Alami Ini Bantu Redakan Gejalanya

Khusus untuk anak-anak yang terpapar abu vulkanik, mereka akan lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa karena pernapasan pada anak-anak sedang dalam pertumbuhan. Misalnya saja jika anak jajan terlalu manis, mereka akan lebih cepat batuk karena terlalu sensitif pada makanan yang dikonsumsinya. Untuk orang yang sudah punya penyakit paru sebelumnya, begitu ada keluhan, segera hubungi ahli paru secepatnya.

 BACA JUGA:Bagaimana Merokok Bisa Sebabkan Kanker Paru-paru yang Mematikan?

Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Dr Agus Dwi Susanto SpP menjelaskan, abu vulkanik sangat mengganggu kesehatan manusia terkait dengan berbagai hal, terutama paru, mata, dan kulit.

“Secara umum, efek abu vulkanik pada paru akan menyebabkan iritasi karena bersifat asam,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya