Perlunya Mewaspadai Penyakit Difteri, Masyarakat Jangan Lengah!

Kevi Laras, Jurnalis
Rabu 15 Maret 2023 03:10 WIB
Anak terinfeksi difteri (Foto: Kids health)
Share :

PENYAKIT difteri di Indonesia tengah menjadi sorotan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), karena ada 5 Provinsi dikatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB) termasuk DKI Jakarta. Oleh karena itu masyarakat jangan lengah terhadap penyakit difteri.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Epidemiolog dan Imunisasi Dinkes Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama mengungkapkan datanya dari 2019 sampai 2023 total kasus di DKI Jakarta, berikut rinciannya:

 

1. Tahun 2019: positif 21 orang (semua bergejala, 1 meninggal)

2. Tahun 2020: positif 6 orang (1 tanpa gejala, 5 bergejala, 0 meninggal)

3. Tahun 2021: positif 4 orang (semua bergejala, 3 meninggal)

4. Tahun 2022: positif 4 orang (semua bergejala, 1 meninggal)

5. Tahun 2023: positif 2 orang (1 tanpa gejala, 1 bergejala, 0 meninggal)

Sehubungan dengan ini, status KLB, katanya belum tepat digunakan karena jumlah kasus difteri di Jakarta masih sedikit. Status KLB menurut dr Ngabila berlaku jika sudah dua kali lipat, atau jumlah yang banyak.

 BACA JUGA:KLB Difteri di Garut, Dinkes Jabar: Rendahnya Imunisasi

"Dari 37 kasus tahun 2019-2023 tersebut: 16 persen balita sudah 2 persen usia 5-18 tahun, 42 persen usia dewasa diatas 18 tahun," kata dr Ngabila kepada MNC Portal, Selasa (14/3/2023).

 BACA JUGA:KLB Difteri di Garut karena Imunisasi Rendah, Mantan Petinggi WHO: Pemerintah Segera Lakukan 3 Hal Ini

"Belum KLB kalau dari definisi KLB, Definisi KLB jika jumlah kasus atau kematian naik minimal 2 kali lipat dari periode waktu sebelumnya," jelas dr Ngabila.

Jumlah kasus difteri di DKI Jakarta pada 2023, sudah dipastikan dalam kondisi sembuh. Menurutnya jumlah kasus 2 di DKI Jakarta merupakan hasil laboratorium difteri yang positif berdomisili di DKI Jakarta, bukan laporan dari Fasilitas Kesehatan di Jakarta.

Kasus tersebut dilaporkan pada Januari, dan belum adanya penambahan kasus hingga saat ini. "Masih 2 (kasus) hari ini belum ada penambahan. Kasus bulan januari semua dan sudah sembuh keduanya," kata dr Ngabila lebih lanjut.

Sebelumnya, IDAI mengungkap data difteri di DKI pada tahun 2022 ada 34 kasus dan 12 kasus tahun 2023. Menurut Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) penyakit difteri bisa sebabkan kematian pada anak atau balita, bahkan ia menilai masih ada penolakan dari masyarakat.

"IDAI ini sangat concern dan khawatir dengan kondisi saat ini, bagaimana kita mau menurunkan angka kematian balita dan anak. Padahal sesuatu yang jelas-jelas bisa dicegah dengan vaksinasi gratis itu pun masih ditolak oleh masyarakat kita," jelas dr Piprim.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya